Selasa, 09 Agustus 2022

Tokoh NU Pertanyakan Kasus KM 50 ke Irjen Napoleon



Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Umar Hasibuan atau Gus Umar menyebut, tindakan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece di rumah tahanan telah memicu amarah banyak pihak. 

Gus Umar pun mengakui meski niatnya membela Islam, menurut salah satu aktivis NU di twitter ini, Irjen Napoleon Bonaparte telah melakukan tindakan yang salah. “Tindakan Irjen Napoleon Bonaparte ke Kece kalian marah. Okelah tindakan Irjen Napoleon Boparte salah,” ujar Gus Umar melalui akun Twitternya.

Gus Umar mengungkit kasus penembakan di KM 50 yang menewaskan enam laskar Front Pembela Islam (FPI). Gus Umar menilai pihak yang saat ini pro Muhammad Kece cenderung diam ketika mendengar kasus penembakan tersebut. “Terus 6 nyawa di KM 50 meninggal ditembak, kenapa kalian diam?” tanya Gus Umar. “Apa lebih kejam penganiayaan Kece daripada pembunuhan di KM 50?” lanjutnya.

Apa itu Kasus KM 50?


Minggu ini kasus KM 50 mencuat kembali. Kasus KM 50 yang merupakan peristiwa penembakan terhadap enam anggota Front Pembela Islam (FPI) di tol Jakarta – Cikampek, kembali menggema usai Ferdy Sambo digelendeng ke Mako Brimob karena kasus tewasnya Brigadir J. Banyak pihak yang mengaitkan peristiwa penembakan Brigadir J ini dengan kasus KM 50 yang juga ditangani oleh Irjen Ferdy Sambo. Saat itu, ada enam anggota Front pembela Islam (FPI) yang tewas di tol Jakarta-Cikampek KM 50. Sementara pelaku penembakan enam anggota FPI itu adalah dari instansi polri. Namun, hingga saat ini kasus itu dihentikan lantaran yang menjadi tersangka dalam kasus KM 50 ini adalah enam anggota FPI. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar