Minggu, 22 Mei 2022

Terjemah Kitab 'Idhotun Nasyiin - Al Iqdam (Berani Maju)

** Spesial Ramadhan 1443 H/2022 M **

الِاِقْدَام Berani Maju
خَلَقَ الله الاِنسان ليكون عامِلاً لمِاَ يُحْيِيهِ Allah menciptakan manusia supaya mereka bisa bekerja dalam menunjang kehidupannya
سَاعِياً في مناكبِ الأرض مُنتفِعاً بخيراتِها agar menjelajahi seluruh penjuru bumi, mencari manfaat yang baik
دائِباً فيمايعود عليه وعلى مجموع الأُمّةِ بالخيرالجَمً yang berimbas pada diri sendiri dan kepada seluruh  warga bangsa dengan nilai-nilai yang positif
ولايكون ذلك اِلاّ بالاِقْدام وبذْلِ الجُهْدِ semua itu tidak akan tercapai, tanpa dengan modal keberanian untuk maju dan berani berkorban
اِنّ السّلفَ الصالِحَ لَم يَبْلُغْ تِلْكَ العظمةَ الْهَائِلَةَ Sesungguhnya para bijak terdahulu itu tidaklah menggapai kejayaan yang luar biasa itu
ولمْ يَذَلِّلْ تِلك العقباتِ الصّعْبةَ المُرْتقى tanpa menaklukkan rintangan-rintangan yang luar biasa
ولمْ يَصِلْ الى ما يُطأْطأُ عِند ذِكْرِهِ كُلُّ رَأْس dan tidak pula mencapai level yang membuat mereka dikagumi
اِلّاّ بِالاِقْدام واِثارةِ الهِمَّةِ terkecuali dengan sikap berani maju dan cita-cita yang berkobar
وانّ الخلف لمْ يتأخّرْ عَنْ هذه المرتبة sementara itu, orang-orang yang hidup dimasa sekarang tampak begitu tertinggal
وَلَمْ يُقَصِّرْ عَنِ تلك الغاية tidak dapat mencapai level yang sama dengan orang terdahulu
الاَّ بَعْد أَنْ تَقَاعَسَ عَنِ الْعَمَلِ النّافِعِ وأحْجم عنِ الأخْذِ بِشتاتِ الحزم juga tidak mampu mencapai cita-cita yang disebabkan oleh kelemahan itu (tidak berani maju/tidak berani berkorban) dan berguna dalam menghadapi tantangan dalam mewujudkannya
انّ الأمم كلّها قدنهضت sesungguhnya semua bangsa telah bangkit
وبلغت من مختلف امنى مابلغت بعد أن كانت هباء منثورًا dan berhasil mencapai ujung dari cita-citanya, padahal sebelumnya mereka adalah negara bangsa yang terhina
وطمرًا محقورًا وعضوًا مبتورًا bagai debu yang berhamburan, bagai pakaian lusuh tak berarti
ونحن لم نزلْ في سباتٍ عميقٍ sementara itu, kita masih enak terlelap
مكان من التقاعس سحيق وقد كنّا السّابقين الاوّلين berada pada posisi yang terlampauh jauh dibelakang mereka, para pendahulu kita
ولهادين المهديّين yang maju dan pelopor kemajuan
فأحيوا يارعاكم الله هذا المجدالدّاثر وأقبلوا ذلك الشّرف العاثر oleh karena itu, hidupkanlah kembali Allah akan membantu menghidupkan keagungan yang telah hancur dan menegakkan kembali kemuliaan yang telah roboh
وأنشروا ماكان من عزّكم مقبورًا ولاتجعلوه شيئًا مهجورًا dan juga bangkitkan lagi kejayaan yang terkubur dan jangan jadikan (kejayaan yang lenyap itu) sebagai sesuatu yang dilupakan begitu saja
فانّى أرى ان لم تستيقضوا كفنًا منشورًا وقبرًا محقورًا apabila kalian semua tidak kunjung bangkit, maka sesungguhnya aku sudah melihat kain kafan telah terbentang, dan kuburan menganga tergali (untuk kalian)
وهنالك ندعو ثبورًا فلا نجد نصيرًا ولانلقى ظهيرًا jika hal itu terjadi, maka itulah penantian celaka sesungguhnya,  dan tak akan lagi bisa meminta tolong dan tak akan lagi ada yang mendukung kita
فانهضوا نهضة تميد لها الرّاسيات وتسكن عندها الجامحات maka bangkitlah! bangkitlah dengan semangat yang mengguncang gunung-gunung yang kukuh berdiri dan menghentak kuda-kuda yang liar
قبل أن تقرعنا القارعات وتصحّنا الصّاخّات sebelum akan datang suatu malapetaka dahsyat pada kita, sebelum terdengar jeritan bangsa yang memekakkan telinga
فنلمس الممات فلا نجد الّاّ الويلات sedangkan kita disaat itu pula, kita sedang menanti mati, kosong (tidak mendapati sesuatu), kecuali berbagai macam bencana dan krisis multidimensi
انّ في يدكم أمرالأمّة sebenarnya, semua urusan warga bangsa ini ada ditanganmu
وفى اقدامكم حياتها فأقدموا اقدام الأسد الباسل kehidupannya bertumpu pada keberanianmu untuk maju maka majulah, seperti keberanian seekor singa yang garang
وانهضوا نهوض الرّوايا تحت ذات الصّلاصل تحي بكم الأمّة bangkitlah seperti bangkitnya onta pemikul barang yang gaduhnya mengagetkan, yang bisa menghidupkan kembali semangat warga bangsamu
والله لكم معينٌ مفو يجزى المقدمين dan hanyalah Allah yang akan menuntun kalian semua. Dialah yang mendukung orang-orang yang berani maju
Disarikan dari Terjemah Kitab ‘Idhotun Nasyiin Syech Mustafa al-Gholayain oleh KH Fadlil Said An-nadwi, terbitan Al Hidayah Surabaya (Tahun 2000) bersambung…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar